Selasa, 10 Juli 2012

Macau, Wisata Sejarah

Juni, 2011

Macau merupakan daerah administrasi khusus (SAR/Special Administrative Region) dari Republik Rakyat China. Berbicara tentang geografis Macau adalah berbicara tentang reklamasi laut. Macau saat ini terdiri atas 2 area, yaitu semenanjung Macau dan Cotai Strip. Semenanjung Macau pada awalnya merupakan sebuah pulau, yang kemudian menjadi sebuah semenanjung sebagai hasil reklamasi laut pada abad ke 17.  Sedangkan Cotai dahulu terdiri dari 2 pulau yaitu Coloane dan Taipa, yang lalu disatukan oleh reklamasi, dan diberi nama yang merupakan gabungan suku kata pertama kedua pulau asal : CoTai. Alkisah, reklamasi Cotai ditujukan untuk membuka lahan baru bagi dibangunnya kasino-kasino.


Saat ini terdapat 3 jembatan yang menghubungkan daratan semenanjung Macau dengan Cotai Strip, yang juga dilalui kendaraan umum, sehingga mudah untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain.

Memang, dalam banyak kesempatan, Macau ditampilkan sebagai pusat perjudian di Asia, bahkan disebut-sebut sebagai Las Vegas nya Asia, terbukti dengan didirikannya kasino-kasino mewah seperti The Venetian yang merupakan copy-cat dari kasino serupa di Las Vegas. Sebenarnya, Macau menawarkan banyak pesona lain dan sangat layak dijadikan pilihan liburan keluarga.

Merupakan bekas jajahan Portugis, Macau hingga kini masih menyisakan aroma Portugis di setiap sudutnya : pria dan wanita berdarah campuran yang cantik dan tampan, petunjuk lokasi (legend) berbahasa Portugis (selain bahasa Mandarin) dan tentunya bangunan peninggalan kolonial yang masih terawat baik, terutama di sekitar old-town Senado Square.

Wisata sejarah

Berikut beberapa obyek wisata sejarah yang patut dikunjungi di Macau :

Ruins of St. Paul's (Ruínas de São Paulo)

Gereja ini hanya tersisa dinding bagian depan saja setelah dilalap api pada tahun 1835. Patung-patung masih tampak cukup utuh pada bagian dinding tersebut. Reruntuhan ini terdaftar sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO (World Heritage Site), dan saat ini menjadi landmark Macau.







Bagian belakang ditopang baja




Dari Senado Square (Largo de Senado), reruntuhan gereja ini bisa dicapai dengan 10 menit berjalan kaki menyusuri lorong-lorong berbatu paving yang khas. Sepanjang lorong terdapat banyak kios suvenir menjajakan gantungan kunci, magnet kulkas , dan cindera mata lainnya dengan harga murah (ditawar saja, kadang pramuniaganya bisa berbahasa Indonesia dan berseru-seru "Ayo mampir" saat melihat rombongan turis lewat )


Toko suvenir
Memasuki area ini tidak dipungut bayaran, dan disarankan sudah tiba pagi hari sebelum pkl. 09.00, sebelum rombongan turis datang, sehingga anda bisa mengambil foto tanpa terlalu banyak 'figuran'  :)
Tangga lebar terdiri dari puluhan anak tangga di depan gereja, memberikan visualisasi betapa megahnya gereja ini pada awalnya.
Dinding depan gereja ini masih cukup utuh hingga pada bagian detilnya yang berupa patung-patung orang kudus. Sejarah pembangunan gereja didokumentasikan di dinding di halaman belakangnya.

Di halaman belakang bekas gedung gereja, terdapat museum kecil (Museum of Sacred Heart) yang menyimpan lukisan dan alat-alat perlengkapan gereja yang berhasil diselamatkan dari amukan api. Memasuki ruang museum, terasa dingin dan sakral. Museum ini pun tidak memungut bayaran dari pengunjung. 
Salah satu lukisan di Museum
 
Pintu masuk Museum

Lama kunjungan di tempat ini kira-kira memakan waktu 30 menit, termasuk melihat museum. Tidak lama, karena walaupun tempatnya megah tapi memang tidak terlalu banyak yang dilihat. 
Di depan gereja, ada beberapa kios menjual bakso ikan yang cukup enak dan harganya hanya beberapa MOP, patut dicoba.

The Senado Square (Largo de Senado)

Merupakan bagian dari UNESCO Word Herritage Site "Historic Center of Macau", ini adalah semacam alun-alun kota, dengan air mancur di tengah-tengahnya. Area terbuka yang beralaskan batu paving bercorak gelombang, khas macau, ini selalu ramai sejak siang hingga malam hari. 
Di sekitar Senado Square ini terdapat beberapa obyek yang patut dikunjungi, seperti Leal Senado yang dulunya merupakan gedung pemerintahan pada masa kolonial (sekarang menjadi gedung perpustakaan, anda bebas berkunjung ke mari, cukup menarik karena gedungnya unik dan terawat dengan baik), dan gereja St. Dominic.
Gedung-gedung tua bergaya kolonial Portugis yang dicat warna kuning atau putih, membuat kita serasa berada di suatu era pada masa yang lalu. Beberapa sekarang dipakai sebagai outlet barang-barang bermerek, restoran, hagen daas dan starbucks, pusat informasi turis, dan outlet Koi Kei yang menjual makanan khas Macau Portugese egg-tart (wajib dicoba!! harga MOP 7/buah), selain berbagai makanan yang layak dijadikan oleh-oleh seperti aneka cookies (almond cookies, peanut cookies, eggroll) seharga MOP 22-27 per dus, aneka dendeng (babi, ayam) yang lebih murah dari dendeng sejenis di Singapura.

Kita bisa melihat proses pembuatan cookies nya, dan juga tersedia icip-icip gratis untuk semua produk makanan yg ada.

Hal menarik, orang Macau mayoritas ramah terhadap turis. Saya sempat kuatir waktu kedua anak saya bolak balik mencicipi daging dendeng, tapi wanita setengah baya yang melayani di bagian itu dengan sabar memberi dan memberi lagi potongan dendeng untuk mereka, tanpa mengomel seperti di tempat serupa di Hongkong atau Singapura.

St. Dominique's Church (Igreja de Sao Domingos)

Gereja ini terletak di area Senado Square. Dibangun abad ke 16 oleh misionaris Ordo Dominikus yang membangun basis Katolik di Macau sejalan dengan pendudukan Portugis di sana.

Sampai saat ini masih difungsikan sebagai gereja, ciri khasnya adalah dinding bercat kuning dengan detil pilar putih dan daun pintu serta jendela berwarna hijau. Area di sekitarnya dipenuhi gedung lain, sehingga untuk dapat mengambil foto dengan baik anda harus jeli mencari tempat di mana seluruh gedung ter-capture .


Masih ada beberapa gereja lagi di sekitar Senado Square yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki, dan mudah ditemukan dari banyaknya penunjuk, contohnya St. Joseph (masih berfungsi dan terdapat rumah seminari) dan St. Augustine.

Hal menarik lainnya di Macau

Macau Panda

Terletak di Cotai, Macau Panda dapat dikunjungi dengan menaiki bis dari pusat kota (Senado Square), kira-kira MOP 80 satu kali jalan. Atau bila ingin yang gratis, anda tinggal menunggu shuttle bus (bis no.128) yang berangkat dari depan hotel Grand Lisboa, nonstop sampai di halte bis di depan Macau Panda. Perjalanan kira-kira 20 menit satu kali jalan.

Salah satu Panda
Ada dua ekor panda besar yang dipelihara di sini, merupakan sumbangan dari pemerintah China. Saat kami berkunjung, kedua panda sedang menikmati makanan mereka berupa daun dan batang pohon bambu. Sayang, sejenak kemudian keduanya berhenti makan dan mulai tidur, dan hanya sesekali bergerak malas. 

Menurut brosur yang ada, seharusnya ada pertunjukan outdoor oleh kedua panda tersebut, seperti lazimnya pertunjukan hewan lain. Tapi kami tunggu tunggu sampai jam pertunjukan, tidak juga ada gelagat akan ada pertunjukan. Apa boleh buat, karena karyawan-karyawan di sana hanya bisa berbahasa Mandarin, maka kami tidak mengerti penjelasan mereka (dan mereka juga tidak mengerti protes kami, hehehe).

Selain kedua panda, tempat ini juga memelihara seekor burung unta, sejenis kera dan satu-dua hewan lainnya yang tidak terlalu menarik bagi kami.

The Venetian

Merupakan kompleks hotel terbesar di Asia, Venetian Macau layak dikunjungi. Letaknya di Cotai berdekatan dengan hotel kasino super mewah lainnya, Galaxy.
Terdiri dari 40 lantai, di dalam kompleks hotel ini terdapat segala fasilitas berbalut kemewahan untuk memuaskan nafsu hedonisme pengunjungnya : kasino,  shopping mall raksasa berisi ratusan tenant : pakaian, perhiasan, sepatu (pssst...sepatu crocs di outlet resmi di sini lebih murah daripada di Indonesia), berbagai pilihan makanan mulai dari fast food hingga restoran mewah, bahkan sebuah kanal dalam ruangan membelah koridor kompleks, dengan gondola-gondola dikayuh oleh pengayuh pria maupun wanita yang ganteng dan cantik, sambil bersenandung Oo Sole Mio, sedangkan toko-toko di kiri kanan koridor didesain seperti bangunan asli di sepanjang jalan di Venesia, Italia, lengkap dengan kubah langit buatan ....sangat unik dan jangan sampai terlewat bila anda berkunjung ke Macau !!